Sabtu, 16 Juli 2011



Alasan mengapa orang kadang memilih untuk membeli monitor bekas (second) adalah harga. Perbandingan antara monitor baru dan monitor second bisa lebih murah dari 50% lebih. Sebagai contoh adalalah monitor merk Samsung 17 in Flat, harga bekasnya hanyak berkisar antara 400 s/d 450 rupiah dengan kondisi mulus dan tahun produksi 2006-2007, dan untuk yang baru harga kurang lebih 950 ribu sampai dengan satu juta rupiah.
Lain halnya dengan Monitor LCD. LCD monitor bekas harga di pasaran hanya sedikit dengan yang baru, sebagai contoh
LCD bermerk Samsung 17" widescreen masih berharga sangat tinggi yaitu berkisar antara 900 ribuan s/d 1 jutaan rupiah, sedangkan barunya hanya sekitar 1,2 s/d 1,3 juta. belum lagi bekas yang jenis Widescreen masih susah ditemukan di pasaran karena jenis ini tergolong masih belum lama keluar produknya yaitu berkisar 2 sampai tiga tahun yang lalu.
Ok...tentang hal ini akan kita bahas lain kali.
Kembali ke permasalahan monitor bekas biasa (CRT = tabung). Bila keadaan memaksa kita untuk membeli monitor bekas karena berbagai alasan, berikut adalah tips bagaimana cara memilih monitor CRT yang masih bagus;

1. Perhatikan body monitor
Usahakan mencari monitor bekas dengan body yang masih mulus dan tidak ditemukannya bekas bekas congkelan obeng yang biasanya ada
dibagian sambungan tutup monitor bagian depan (layar) dengan tutup belakang. Maksudnya adalah agar kita mendapatkan monitor yang belum pernah di servis, karena bila ditemukan ada bekas congkelan itu jelas sekali monitor pernah dibongkar dan diservice. Kenapa menghindari montiro yang pernah diservice?.. ini karena montiro yang pernah di service dan diganti komponennya kebanyakan tidak akan bertahan lama, meskipun ini sangat tegantung dari komponen yang diganti namun untuk lebih amannya sebaiknya memilih yang belum pernah diservice saja.

2. Perhatkan segel pada sambungan tutup tutup monitor dan pada lobang2 sekerup. Maksudnya adalah pesis seperti pada nomer 1.

3. Mencoba monitor
Ada beberapa percobaan yang mesti dilakukan diantaranya adalah mencoba menghidupkan monitor dengan mengkoneksikannya ke CPU dan mencobanya dengan resolusi 1024 x 768 pixel. Kenapa resolusi ini karena resolusi ini adalah resolusi minimal untuk kebanyakan keperluan kita berkomputer nanti, baik nge game, video editing maupun ber internet ria. Selanjutnya perhatikan layar monitor, monitor normal seharusnya layar tampak full tidak ada bagian kaca yang tersisa tanpa gambar setelah kita men setting panel controlnya. Bila di resolusi ini layar monitor bergelombang dan bergaris atau ada bagian tersisa tanpa gambar (tidak full screen) berarti monitor dalam masalah berat. Jangan DIBELI!!!

4. Cobalah lagi untuk mematikan monitor dan menghidupkannya kembali dengan mencabut kabel power terlebih dahulu dan tunggu sampai kurang lebih 5 menit lalu hidupkan lagi. Perhatikan apakah monitor  terutama bagian layar apakah menyala dalam hitungan 2 s/d tiga detik? bila layar menyala lebih dari 10 detik jangan DIBELI!!! alasannya adalah alasan teknis yang kesimpulannya monitor tidak akan berumur panjang lagi.

5. Perhatikan merk
Nah yang terakhir usahakan mendapatkan monitor bekas bermerk terkenal seperti Samsung, LG, dn lain sebagainya atau bahkan monitor bekas built up seperti HP, BenQ, Dell dan lain sebagainya tapi tetap memperhatikan point nomer 1 dan 2.

Bila semua hal sudah diperhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya dan anda merasa aman untuk membelinya, segera saja ditawar dan bila harga sudah cocok, nggak pake lama segera bawa pulang....
selamat berburu monitor bekas..
terimakasih alias matur nuwun semoga bermanfaat.
Reactions:
Categories: ,

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mengunjungi Blog ini. Kritik dan saran sangat dibutuhkan bagi Saya untuk memperbaikinya.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!