Selasa, 18 Juni 2013

Pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek akan dapat kemudahan pasca penerapan tarif progresif per 1 Juli 2013. Pemerintah akhirnya memberikan subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) untuk layanan KRL AC senilai Rp 286 miliar. 

Direktur Utama PT Kereta Api Persero (KAI) Ignasius Jonan
mengaku pasca subsidi untuk penumpang ini, harga tiket dipastikan turun drastis. Seperti dari Bogor-Jakarta Kota, pasca subsidi penumpang cukup membayar Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 9.000. Bahkan dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi lain seperti taksi, masyarakat harus membayar hingga Rp 150.000 dari Bogor-Jakarta Kota.

"Taksi Bogor-Jakarta kira-kira Rp 150.000. Bayangin dengan Rp 5.000 bisa naik KRL AC," 

Keunggulan KRL lainnya adalah ketepatan waktu. Dengan KRL, penumpang cukup menempuh perjalanan 1 jam 25 menit maksimal untuk perjalanan Bogor-Jakarta Kota. Sementara menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum, bisa lebih dari 2 jam.

Jonan menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan penumpang pasca adanya penerapan tarif progresif dan pemberian subsidi untuk penumpang KRL AC oleh pemerintah.

"Harus menambah kereta, kita sudah siapkan. Target tahun ini 650 ribu- 700 ribu penumpang," tambahnya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah mengunjungi Blog ini. Kritik dan saran sangat dibutuhkan bagi Saya untuk memperbaikinya.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!