Selasa, 15 Februari 2011

TELEPHONE
Caller: Hello, can I speak to Annie Wan ?
Operator: Yes, you can speak to me.
Caller : No, I want to speak to Annie Wan!
Operator: Yes I understand you want to speak to anyone. You can speak to me. Who is this?
Caller : I’m Sam Wan. And I need to talk to Annie Wan! It’s urgent.
Operator: I know you are someone and you want to talk to anyone! But what’s this urgent matter about?
Caller: Well… just tell my sister Annie Wan that our brother Noe Wan was involved in an accident. Noe Wan got injured and now Noe Wan is being sent to the hospital. Right now, Avery Wan is on his way to the hospital.
Operator : Look, if no one was injured and no one was sent to the hospital, then the accident isn’t an urgent matter! You may find this hilarious but I don’t have time for this!
Caller : You are so rude! Who are you?
Operator: I’m Saw Ree.
Caller: Yes! You should be sorry. Now give me your name!!
Operator: That’s what I said. I’m Saw Ree ..
Caller: Oh ……God!!! !

Minggu, 30 Januari 2011

Roti Panggang Keju

Bahan-Bahan:

    * 5 lembar roti tawar, potong menjadi 2 berbentuk segitiga
    * 2 sendok makan tepung terigu
    * 200 ml susu
    * 1/8 sendok the garam
    * 50 gram keju cheddar, diparut
    * 1 sendok teh peterseli cincang

Cara Membuat:

Sabtu, 15 Januari 2011

Pengertian Ilmu dan Menuntut Ilmu
# Pengertian Ilmu
“Secara bahasa pengertian ilmu adalah lawan kata bodoh/Jahil, sedang secara istilah berarti sesuatu yang dengannya akan tersingkaplah segala hakikat yang secara sempurna. Secara istilah Syar’i pengertian ilmu yaitu, ilmu yang sesuai dengan amal, baik amalan hati, lisan maupun anggota badan dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah Saw.”[1]
Ibnu Munir berkata : “Ilmu adalah syarat benarnya perkataan dan perbuatan, keduanya tidak akan bernilai kecuali dengan ilmu, maka ilmu harus ada sebelum perkataan dan perbuatan, karena ilmu merupakan pembenar niat, sedangkan amal tidak akan di terima kecuali dengan niat yang benar.”[2]
Dalam pengertian lain “Ilmu itu modal, tak punya ilmu keuntungan apa yang bisa didapat, ilmu adalah kunci untuk membuka pintu kebaikan kesuksesan, kunci untuk menjawab pertanyaan dan masalah di dunia  . . .” [3]
Berdasarkan beberapa definisi tentang pengertian ilmu di atas dapat disimpulkan bahwa, ilmu merupakan sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah baik secara lisan (perkataan), maupun berupa perbuatan (anggota badan), tanpa ilmu kesuksesan tak pernah ketemu karena ilmu merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seperti kebutuhan manusia akan oksigen untuk bernapas.
# Pengertian Menuntut Ilmu
“Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.”[4]
Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaiman sabda Nabi Muhammad Saw. طَلَبُ الْعِلْمَ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya :
“Menuntut Ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan”
Mu’adz bin Jabbal berkata : “Tuntutlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharapkan wajah Allah itu mencerminkan rasa Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.”[5]
Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu ke arah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu.
Waktu untuk menuntut ilmu tidak terbatas pada usia masuk sekolah dasar atau Madrasah Ibidaiyah sampai keperguruan tinggi, tetapi masa untuk menuntut ilmu ialah sejak manusia di lahirkan dan berakhir pada saat manusia meninggal dunia, orang barat menyebtnya “Long Life Education” pendidikan seumur hidup. Orang yang menuntut ilmu akan diberikan pahala yang sangat besar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan lain-lain dari shabat Abu Hurairah, Rasulullah Saw. Bersabda :
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى اّلجَنَّةِ
Artinya :
“Barangsiapa berjalan di suatu tempat guna menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Syurga.”[6]
Pentingnya Menuntut Ilmu
Ilmu amatlah luas, jika di pelajari tidak akan pernah selesai, selama bumi masih berputar, selama hayat di kandung badan selama itu pula manusia memerlukan ilmu pengetahuan islam tidak hanya cukup pada perintah menuntut ilmu, tetapi menghendaki agar seseorang itu terus menerus melakukan belajar, karena manusia hidup di dunia ini perlu senantiasa menyesuaikan dengan alam dan perkembangan zaman. Jika manusia berhenti belajar sementara zaman terus berkembang maka manusia akan tertinggal oleh zaman sehingga tidak dapat hidup layak sesuai dengan tuntutan zaman, terutama pada zaman sekarang ini, zaman yang di sebut dengan era globalisasi, orang di tuntut untuk memiliki bekal yang cukup banyak, berupa ilmu pengetahuan. Bahkan kalau perlu menuntut ilmu di lakukan tidak hanya di tempat yang dekat tetapi kalau perlu harus mengembara untuk menuntut ilmu di tempat yang jauh. Seperti sabda Rasulullah Saw. :
أُطْلُبُوْالْعِلْمَ وَلَوْبِاالصِّيْنِ
“Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.”[7]
Disebutkan negara Cina karena pada zaman Nabi Muhammad pada permulaan abad VII Masehi negeri yang terjauh dan terkenal di Arab adalah negeri Cina tampak asal barang-barang mewah seperti kain sutera, porselin atau keramik.
“Makin tinggi seseorang menuntut ilmu, makin tinggi pula nilai ilmu yang ia miliki, makin tinggi ilmu seseorang makin banyak kesempatan bagi orang tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.”[8]
Peranan ilmu pengetahuan dalam kehidupan seseorang sangat besar, dengan ilmu pengetahuan, derajat manusia akan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Seperti firman Allah dalam Surat Al-Mujaadilah ayat ; 11
( Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.[9]
Segala jenis pekerjaan yang dilakukan selalu memerlukan ilmu pengetahuan, dalam kehidupan sehari-hari misalnya, dapat dilihat bahwa pada umumnya orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, taraf kehidupannya lebih baik dari pada orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan atau orang ilmu pengetahuannya rendah, baik ilmu agama maupun ilmu umum biasanya tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi atau menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya untuk makan, pakaian, obat-obatan dan tempat tinggal.
Satu hal yang lebih penting lagi, bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh, tidak mudah terombang-ambing tidak mudah tergoda oleh bujukan syetan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.
فَقِيْـهُ وَاحِدٌاشَدُّعَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ اَلْفِ عَابِدٍ
Artinya :
“Seseorang yang alim lebih sulit di goda oleh syetan dari pada seribu orang yang ahli ibadah (tetapi tidak berilmu),” (H.R. Turmudzi).[10]
Allah menyuruh manusia untuk menuntut ilmu tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu umum. Dimana kedua ilmu ini selain memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia itu sendiri, juga memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat serta bagi bangsa dan negara.
Dapat di lihat dalam kehidupan masyarakat terjadinya gangguan ketertiban di akibatkan karena beberapa faktor, salah satunya ialah kurangnya ilmu pengetahuan yang di miliki oleh anggota masyarakat itu, seperti :
  1. Kurangnya pengetahuan agama dalam suatau anggota masyarakat mengakibatkan kurang mengerti / paham tentang batas-batas halal dan haram sehingga cenderung berbuat seenaknya, tidak tahu malu, dan tidak tahu sopan santun.
  2. Kurangnya pengetahuan umum karena tidak bersekolah atau putus sekolah, sehingga tidak terampil menciptakan pekerjaan sendiri, sulit mencari pekerjaan akibatnya sulit mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jika keadaannya demikian ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan tentang agama maka orang mudah terjerumus kedalam perbuatan yang dilarang oleh agama seperti berjudi, mencuri, merampok, bahkan membunuh.
Islam sangat memperhatikan kebahagiaan dunia dan akhirat sebagaimana firman Allah Swt, yang artinya, “Peliharalah diri dan keluargamu dariapi neraka.” Keluarga adalah masyarakat terkecil, jika semua keluarga di dalam masyarakat itu baik, maka baik pulalah kehidupan dalam masyarakat dan alangkah indahnya sesuatu masyarakat yang anggota masyarakatnya memiliki keterpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum.
Tidak dapat di sangkal lagi bahwa ilmu pengetahuan sangat besar peranannya bagi bangsa dan negara, sejarah telah membuktikan bahwa negara yang maju adalah negara yang maju ilmu pengetahuannya. Dahulu, sekitar tahun 1945 – 1966 tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia masih rendah, hal itu disebabkan karena pada waktu itu taraf pendidikan rakyat indonesia masih rendah. Namun sekarang pada umumnya sudah baik itu semua berkat usaha pemerintah dalam meningkatkan taraf penguasaan ilmu pengetahuan melalui wajib belajar bagi setiap warga negara ialah 9 tahun (tingkat SLTP).
Pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia karena “tanpa ilmu sedikit sekali yang dapat diperbuat manusia dalam hidupnya….”[11] Suatu contoh : untuk memperoleh pekerjaan saja perusahaan atau instansi, baik negeri maupun swasta selalu mempertanyakan Ijazah, orang yang memiliki ijazah tinggi akan memperoleh jabatan dan ditempatkan di tempat yang sesuai dengan ijazahnya, sebaliknya orang yang memiliki ijazah yang rendah di tempatkan pada posisi yang rendah sesuai dengan ijazahnya.
Pentingnya Mengamalkan Ilmu
Ilmu yang telah didapat dari usaha menuntut ilmu adalah untuk di amalkan karena ilmu itu terjaga dan tidak mudah hilang apabila telah diamalkan, terkhusus pada diri sendiri, apakah ilmu yang telah didapat di amalkan pada kebaikan diri sendiri karena sebelum mengamalkan ilmu pada orang lain setidaknya telah diamalkan pada diri sendiri. Setinggi apapun seseorang menuntut ilmu jika tidak di amalkan maka dengan sendirinya ilmu tersebut akan mudah hilang, ilmu akan bertambah jika di amalkan sebaliknya ilmu akan menghilang jika tidak di amalkan.
Diantara salaf ada yang berkata-kata : “usaha kami untuk menjaga ilmu yang kami miliki bersandar pada amalan kami, sebagian lagi mengatakan : ilmu itu menuntut untuk di amalkan, jika tuntutan ilmu itu telah terpenuhi maka ia akan menetap dan jika tidak di penuhi maka ia akan pergi menghilang.”[12]
Sekecik apapun ilmu yang diajarkan kepada orang lain selama itu bersifat kebaikan niscaya Allah akan senantiasa meridhainya. Ibnu Abbas berkata : “Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan melata akan menohonkan ampunan baginya, termasuk pula ikan paus di lautan, (Mukhtasar Minhajul Qashidin ; 11).”[13] Orang yang mengajarkan ilmu akan mendapatkan balasan pahala seperti pahala orang yang mengamalkan ilmu tersebut, dan yang lebih utamanya lagi ialah pahala seorang alim akan terus bermanfaat dan tidak akan terputus meskipun telah wafat.
Dengan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dan menyeru kepadaNya serta berlaku sabar dalam menjalaninya agr ilmu yang telah di peroleh memiliki buah yang baik dan dapat berkembang, dengan demikian banyak orang lain yang dapat menfaat dari ilmu tersebut.
Hendaklah diketahui bahwa hanya dengan ilmu derajat seseorang bisa terangkat, kecuali jika ilmu tersebut telah diamalkan. Dalam menafsirkan ayat ; “Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya kami tinggikan dengan ayat-ayat itu” (QS. Al-A’raaf ; 176).”[14] Ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa hanya dengan ilmu, derajat seseorang tidak bisa terangkat, karena Allah telah mengkhabarkan dalam ayat tersebut bahwa dia telah mendatangkan kepada sekelompok orang ayat-ayat tersebut, dan ia tidak bisa mengangkat derajat mereka. Sesungguhnya derajat orang yang berilmu hanyalah terangkat sesuai dengan kadar pengemalannya dan seseorang yang telah mengamalkan ilmu yang telah di dapatnya niscaya Allah Swt akan mengajarkan kepadanya ilmu yang belum di kehendakinya.

[1] Abu Fatiah Al-Adnani, op.cit. hal. 5-6
[2] Ibid. hal. 14
[3] Solikin Abu Izudin. Loc.cit.
[4]Ibid.
[5]Abu Fatiah Al-Adnani, loc.cit
[6] Drs. Masan Al-Fat.,et.al., Aqidak Akhlak (Semarang, 1994),hal. 142-143
[7] Ibid.
[8]Ibid. hal.144
[9] Tafsir
[10]Drs. Masan Al-Fat op.cit, hal. 146
[11] Solikin Abu Izzudin, loc.cit,.
[12] Abu Fatiah Al-Adnani, op.cit, hal. 18
[13] Ibid, hal. 10
[14] Ibid, hal.10

Rabu, 22 Desember 2010


STAR PRINCIPLE
 Bekerjalah karena Allah SWT, bukan karena pamrih kepada orang lain. Maka anda akan memiliki integritas yang tinggi , yang merupakan sumber kepercayaan dan keberhasilan.Ø
 Jangan berprinsip kepada yang lain selain Allah.
Ø
Jangan berprinsip pada sesuatu yang labil dan tidak pasti seperti harta, nafsu hewani, kedudukan, penghargaan orang lain atau papun selain Allah SWT.
Hal ini akan membua mental anda labih siap menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi pada diri anda.
 Lakukanlah segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya karena Allah SWT, dan ingatlah selalu Allah yang Maha Tinggi. Maka anda akan mendapatkan hasl yang jauh berbeda dan jauh lebih baik.
Ø
 Berpedomanlah selalu pada sifat-sifat AllahSWT, seperti ingin selalu maju ingin selalu adil, ingin selalu memberi kasih dan sayang, ingin selalu kreatif dan selalu berinovasi, berpikir jernih, mau belajar, ingin selalu bijaksana, dan ingin selalu memelihara.
Ø
 Bangun kepercayaan dari dalam diri, bukan karena penampilan fisik tetapi iman yang akan memancarkan charisma.
Ø
 Bangun motifasi anda karena anda adalah makhluk Allah SWT yang sempurna, dan anda adalah wakil Allah. Raihlah cita-cita dan harapan anda dengan kemauan yang kuat membara.
Ø

ANGEL PRINSIPLE

Apabila bekerja, kerjakanlah sesuatu dengan tulus, ikhlas dan jujur, seperti malaikat. Ingatlah bahwa anda bekerja karena Allah SWT bukan karena yang lain, jadikan ini ibadah kepada Allah SWT. Berprestasilah dengan setinggi-tingginya di setiap pekerjaan, karena Allah SWT melihat anda. Tidak perlu minta diawasi oleh orang lain, atau meminta penghargaan dari orang lain, biarlah Allah SWT yang menghargai, bukan mereka. Jangan setengah-setengah. Anda akan meraih kepercayaan! Ingat integritas adalah sumber persahabatan.


LEADERSHIP PRINCIPLE


 Berikanlah perhatian kepada semua orang dengan tulus agar anda dicintai, dan bina selalu tali hubungan persahabatan.
Ø
 Bantu orang lain dengan ikhlas, pelajari apa tangisan dan apa impian mereka, lalu bantulah mereka.
Ø
 Selalu mau mengajari dan mendidik orang lain yang membutuhkan bimbingan.
Ø
 Jagalah selalu sikap dan tingkah laku anda, karena hal ini bisa meningkatkan atau menurunkan kepercayaan , dan ini akan berpengaruh pada lingkungan anda.
Ø
 Jadilah pemimpin karena pengaruh anda, bukan karena hak anda
Ø
 Dengarlah selalu suara hati, pimpinan hati mereka bukan kepala mereka.
Ø

LEARNING PRINCIPLE

 Bacalah buku-buku, teruslah belajar, kalau anda malas membaca, cukup baca satu lembar saja perhari. Ingatlah bahwa membaca Koran atau majalah bukanlah dikatakan “membaca”, karena isinya banyak merupakan informasa atau gossip yang seringkali mempengaruhi pikiran.
Ø
 Baca selalu situasi lingkungan anda, pelajari dan analisa, ambil selalu hikmahnya, kemudian upayakan suatu langkah perbaikan dan penyempurnaan.
Ø
 Baca selalu situasi lingkungan anda, pelajari dan analisa, ambil selalu hikmahnya, kemudian upayakan suatu langkah perbaikan dan pentempurnaan.
Ø
 Bacalah Al-Qur’an dan Hadits, jangan hanya bunyinya saja, ambil makna dan inti sarinya.
Ø
 Apabila anda sedang bingung untuk menfambil keputusan, carilah petunjuk di Al-Qur’an dan Hadits, Insya Allah anda akan melihat jawaban dari setiap masalah yang anda hadapi.
Ø
 Baca lingkungan dan situasi, bandingkan dengan ilmu Islam yang anda miliki, nilailah dengan jernih, ambil filosofinya dan jadikan sebagai pelajaran yang berharga.
Ø




VISION PRINCIPLE

 Memiliki tujuan dan misi jangka pendek dan jangka panjang.
Ø
 Bedakan mana pekerjaan penting dan mana mana yang tidak penting!
Ø
 Tentukan mana yang harus diprioritaskan.
Ø
Ingat orang sibuk ada dua jenis, sibuk mencapai tujuan dan sibuk mengisi waktu.
 Mulailah bekerja dengan do’a dan target yang jelas.
Ø
 Buat rencana kerja untuk esok hari pada sore atau malam hari.
Ø
 Evaloasi setiap pekerjaan yang dilakukan hari ini pada sore atau malam hari.
Ø
 Tuliskan pada buku harian anda.
Ø
 Buat target kerja tahunan, bulanan, mingguan, dan harian.
Ø
 Laksanakanlah dengan penuh konsisten.
Ø

WELL ORGANIZED PRINCIPLE

 Buat semuanya serba teratur dalam suatu sistim.
Ø
 Tentukan rencana atau tujuan anda secara jelas.
Ø
 Bagaimana organisasinya, dan factor-faktor pendukung lainnya. Jadikan dalam satu kesatuan yang harus di bangun dan dipelihara.
Ø
 Bagaimana sistim motifasinya, agar semuanya bergerak sesuai dengan harapan?
Ø
 Bagaimana sistim pengawasan dan kontrolnya agar sesuai dengan rencana?
Ø
 Laksanakanlah dengan sangat disiplin, karena kesadaram diri, bukan karena orang lain.
Ø

Selasa, 14 Desember 2010

Pantai sasak terletak di bagian barat Sumatra, yaitu di Padang dan berada di kabutpaten Pasaman Barat. Dari padang ke pantai ini bisa menempuh 3jam perjalanan. Pantai ini ramai di kunjungi ketika hari libur dan hari-hari besar lainnya. Di dekat pantai ini terdapat juga sebuah Pulau sekaligus pantanya yang indah. Namanya yaitu Pantai Muaro Bingung. Untuk mencapai pantainya kita harus menyebrang dengan kapal nelayan sekitar, dan tidak kalah juga pemandangannya yang indah dengan pulau terbentang luas dan tidak jauh dari darat. Jika dibandingkan dengan pantai lain bagi saya Pantai inilah yang bagus, karena di pantai Muaro Bingung ini ada Pulaunya sekaligus. 

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!